Budiaji Hartono’s Blog’s Search Engine Terms

Wuiiih…udah lama gue gak nulis di blog ini. Lagi kurang sehat sich memang akhir2x ini. Sorry ya buat para fans yang udah sering ngecek ke sini (halah, kaya’banyak yang baca aja). :mrgreen: Hehe! Oh iya, gue lagi iseng buka dashboard blog gue, terus tiba2x liat ada gambar di atas itu. Yupz, k-lo loe search di Mbah Google dengan suatu keyword, terus kebetulan ada alamat blog gue di antara hasil pencarian, terus loe klik, maka secara otomatis keyword loe itu bakal tercatat di blog gue (ketauan! 😉 ). Dan lihat apa saja keyword yang digunakan. Keyword dalam kotak kuning jelas tidak perlu dibahas. Udah biasa kok ada orang2x yang terpukau dengan ketampanan gue 8) (kamar mandi ada di sebelah kiri lift kalau2x anda ingin muntah). Hehe! Tapi yang di kotak merah itu lho! Huehehe, amatir banget dech. Mau nyari barang gituan kok keyword-nya gitu doank sich?! Plis donk! Tapi, Mbah Google gak salah sich. Bagi yang merasa nyasar, sebenarnya anda berada di tempat yang tepat. Hubungi gue aja. Tapi…ini rahasia ya. Jangan ampe orang2x tau. 😛

Okay, sekarang kita bicara serius. Pernah denger “Size doesn’t matter“…? Nach! Yang bener aja! Size does matter oi! Kenapa gue bilang gini? Yach, mungkin harus dimulai dari kejadian beberapa hari lalu saat gue dengan (tanpa) sengaja melihat rekaman YZ vs ME. Untuk loe yang belum lihat…cucian dech loe! Hoho! K-lo penasaran, cari aja di Google Video (k-lo belom diapus lho ya), tinggal ketik keyword-nya doank kok. Keyword-nya apa? Yey, cari ndiri! Enak aja! Tapi, berhubung gue baik, gue kasih petunjuk sedikit dech. Keyword-nya ada 3 huruf, huruf pertama ‘D’, huruf ketiga ‘R’, dan huruf yang di tengah ‘P’. 😛 K-lo loe langsung nyoba nyari rekaman itu setelah baca bocoran gue di atas, maka gue akan mengucapkan…selamat, anda telah menjadi downline saya dalam MLM (Multi Level Maksiat). Bagus, sebarin aja, rekrut sebanyak2xnya orang untuk menjadi downline anda. Dan secara otomatis, level gue di MLM ini bakal makin tinggi. Sapa tau gue ntar bisa jadi top level-nya, terus dapet mobil BMW ataupun kavling tanah yang luas banget…di neraka. 😥

Anyway, kirain adegannya kaya’apa. Ternyata…gitu doank! Jelas kalah jauh ama film Vivid Interactive, atau Mike’s Apartment (wohoho!). Apalagi pemerannya, yang maen di rekaman kan cuma 2 orang biasa, YZ dan ME. Adegannya gitu doank pula. Kecewa. Tapi orang2x kok pada ribut amat sich? Ampe masuk TV segala. Emang segitunya?! Gue ampe bingung banget mikirin hal ini. Tiap kemana2x pasti mikirin, ampe pusing sendiri, trus makan jadi cuma 3 kali sehari, mobil cuma punya 5 biji, rumah cuma punya 4 biji, dll. (e?!) Tapi akhirnya…gue tau kenapa orang2x pada ribut! Pasti gara2x ‘ukuran’ kan? Huahahaha! Ngaku loe pada! Ya, saya tau kawan2x. Udahlah, walaupun memang ‘ukuran’-nya cuma segitu, gak pa2x kok. Yang penting kan niatnya. Asal niatnya baik kan gak pa2x. (Hah?! Apa sich?!) Hehe! Udah ach, jangan ngomongin ‘ukuran’ terus. Kan gak enak, orang tua kok digituin. Okay? Siiip. 😀

Nach, makanya, mari kita bersikap profesional. Sebagai seorang penikmat dan pengamat film biru, gue akan membahas rekaman karya anak bangsa ini. Kita mulai saja :

  1. Kualitas gambar buruk. Sehingga cukup membingungkan…antara siapa yang pemain pria, dan siapa pemain perempuannya. Sedikit kronologi kejadian pada rekaman ini, yang pertama tampak di layar adalah kaki, lalu sebentuk tubuh tanpa detail yang cukup. (suara setan : “Gambar apaan nich?!”) Hm, terpaksa rekaman di-pause di bagian itu. Oh, ternyata itu adalah gambar wajah. Okay, rekaman diputar kembali. Kamera kemudian menyorot ke arah bawah. (suara setan : “Wah…ada yang menonjol. Wow! Ini pasti si cewek!”) Kamera terus diarahkan ke bawah, dan tak terlihat apa2x lagi di bawah. (suara setan : “Bener, memang si cewek.”). Lalu kamera berpindah ke sesosok tubuh lain. (suara setan : “Lha?! Ini juga nonjol! Kok?!”) Langsung gue rewind rekamannya. Putar perlahan, perhatikan baik2x. Ooo…ternyata sosok pertama adalah si cowok, dan ternyata tonjolan tadi adalah tonjolan perutnya. Hihi! Sapa suruh yang nonjol cuma perutnya doank? (mode sadis 😈 )
  2. Pencahayaan sangat buruk. Apakah hal ini yang menyebabkan tidak terlihatnya sesuatu yang harusnya terlihat pada tubuh pemain pria? Entahlah. Mungkin saja. 😆
  3. Suara yang kurang jelas. Untuk sebuah film dengan kualitas gambar buruk, maka sudah seharusnya ada kompensasi berupa kualitas suara yang bagus. Tapi sayang sekali hal tersebut tidak saya temukan di film ini. Kecewa. Suaranya donk! Siapa sich loe?! Ekspresinya! Mana ekspresinya?! (obsesi : jadi sutradara) 😛
  4. Durasi terlalu singkat. Hanya 42 detik. Saudara YZ hanya mampu segitu saja? Cepat sekali. Oh, ternyata tidak, mungkin ini sekedar trailer. Saya belum berhasil melakukan konfirmasi soal ini. YZ saat ini tidak bisa dikontak karena sedang dikurung gak boleh keluar rumah oleh Ibunya gara2x bandel di sekolah. 😛 Sementara ME…malah terlalu sibuk mempromosikan rekaman film ini kesana kemari. Tak hanya menjadi pemeran utama perempuan, ternyata ia juga merangkap sebagai ujung tombak marketing rekaman ini. Hm, sepertinya suatu saat nanti akan muncul full version rekaman ini di bioskop2x terdekat di kota anda. Taktik dagang yang hebat. Salut untuk ME.

Tapi, dibalik segala kekurangan dari rekaman ini, saya rasa masih terdapat kelebihannya. Ya, keberanian sang pemain pria harus diacungi jempol…ech…atau kelingking saja…mengingat ukurannya gak sampe se-jempol. (sadis abis! :mrgreen: ) Haha! Dan saya harus mengucapkan selamat kepada YZ dan ME. Debut kalian di dunia perfilman sangat memukau. Karya kalian bagaikan oase di padang pasir, hujan di musim panas, AC di kota Jakarta, Budiaji di depan komputer lagi nulis blog (halah!). Segar. Walaupun memang masih banyak kekurangan, jangan menyerah. Berusahalah lagi, dan jangan berhenti berkarya. Kita majukan karya bangsa. Hidup Indonesia! Saya tunggu karya kalian selanjutnya di ajang Budiaji Award? 😀

Saran pribadi saya sebagai sesama pria untuk YZ :

  1. Kalau anda jadi pemeran utama untuk film seperti ini lagi, saya sarankan saat bagian ‘adegan’-nya, gunakan…stuntman! Saya rasa pasti banyak yang bersedia. Apa? Anda mau saya yang jadi stuntman? Wah, sulit…jujur…saya gak bisa…! Ukuran bukanlah masalah untuk saya ( 😛 ), tapi maaf, saya lelaki setia, dan hanya satu wanita yang berhasil mengisi hati dan pikiran saya. Tiada tempat untuk yang lain. Hanya dia yang kucinta. Serius. (Love you Bo…! 😳 Miss you much…!) Tapi, tunggu, kalau lawan main saya lucu, mungkin bisa saya pertimbangkan kembali komitmen saya. Kriteria lucu : lihat di sini. Kak Nunu, main yuuuk. 😉
  2. Saya sarankan anda bertemu dengan ME! Hanya beliaulah yang dapat memecahkan masalah anda. Ya…temuilah ME…bukan Mari* Ev*, tapi…Mak Erot…! Huehehehehehehehe! 😆

Kontak Jodoh…!

December 4, 2006

Cupid

Ohohoho! Gambar Cupid di atas bagus kan? Gue bikin sendiri lho pake Microsoft®Paint. Begitu natural ya? Begitu…polos…! Indah. Agh, ternyata bakat gue gak sekedar bakat bikin orang kesel. Senangnya. Hm, mungkin Basuki Abdullah pun akan ternganga dan tak mampu berkata apa2x ngeliat karya gue. Yach, sorry banget, menyesal sekali…dunia lukis Indonesia harus kehilangan sebuah bakat emas ketika ITB menerima gue sebagai salah satu mahasiswanya. Gak pa2x, gue yakin masih banyak bibit2x unggul selain gue. Selamat berjuang kawan2x pelukis muda. 😆

Ech, ngomong2x, kemaren pas gue lagi baca2x komik di kost sambil tidur2xan santai ndengerin acara gosip di TV sembari makan Genji Pie dan minum Sprite dingin, tanpa sengaja…telinga indah gue mendengar berita bahwa…Aa Gym menikah lagi. Beeeuuuhhh, para penggemar kecewa. Ckckck, gue jadi kepikiran, itu aja baru Aa Gym, apalagi k-lo ampe gue yang nikah lagi?! Hehe! 😀

Tapi gue jadi inget…pernah ngomongin hal begini sama Nyonya. Iya, ngomongin soal kawin lagi. Kurang lebih percakapannya gini :

  • Si Cantik : “Nanti k-lo kita nikah, aku gak mau jadi istri sendirian.”
  • Si Tampan : “Hah? Maksud?”
  • Si Cantik : “Iya, aku mau kamu cari istri lagi.”
  • Si Tampan : “Hah? Gak mau ach. Satu aja susah.”
  • Si Cantik : “Ech, berani ngelawan ya?! Berani kamu sama aku?!”
  • Si Tampan : “I…iya dech…ampun…ntar aku cari istri lagi…!”
  • Si Cantik : “Nach,iya,gitu yang bener! Huh,berani2xnya ngelawan, gak kukasih jatah kamu ntar!
  • Si Tampan : “Iya Nya.”
  • Si Cantik : “Tapi aku mau kamu cari 4 istri lagi!”
  • Si Tampan : “HAH?! Kok?”
  • Si Cantik : “Iya…satu yang jago masak! Satu yang jago bersih2x rumah! Satu yang jago nyetir! Satu yang jago ngurus anak! Dan mereka semua harus nurut sama aku!”
  • Si Tampan : “LHA?!” 😯

Duh, Nyonya gue emang…mantabh! Hhh…sejak kecil, selalu ada penindasan yang gue alami. Tapi,dipikir2x…berarti si Nyonya pengen gue kawin ama koki, ama pembokat, ama sopir, dan ama babysitter. Parah! 😥 Berat nich…! Gue harus nyoba menghindar. Ya udah, abis itu gue ngomong :

  • Si Tampan : “E…tapi k-lo gak ada lagi yang mau jadi istriku gimana?”
  • Si Cantik : “Lah?! Ya pasti adalah!”
  • Si Tampan : “Kok bisa?”
  • Si Cantik : “Ya iyalah! Aku yang cantik banget gini aja mau ama kamu! Kenapa yang laen gak?!
  • Si Tampan : “…” 😯

Bwuahahahahahahahahaha! Itu baru Nyonya gue! 😆 Yach, demi menjalankan amanat dari Nyonya, maka dengan ini gue secara resmi memasang iklan :

“Jejaka,17 tahun,tinggi 175cm,mahasiswa,Jawa
tulen,tampan,seksi,atletis,gagah,rupawan,cerdas,
jenaka,rapi,bersih,tajir,teguh pendirian,tenggang
rasa,rajin menabung,gemar beribadah,masa depan cerah,
mendamba janda beranak 1,umur max. 25 tahun,kuning
langsat,supermodel,gaul,cantik,cerdas,mapan,humoris,
pemilik perusahaan multinasional,tidak suka berjudi,
siap nikah,siap ditempatkan di luar pulau Jawa.”

Interested and qualified candidates should submit their CV, proposal, and working programme by December 15, 2006 at the latest. Please state the position you are applying for as your E-mail subject (second lady,third lady,fourth lady,last lady). Only short listed candidates will be notified. 😆

Hehehehehe! Gue tunggu lho ya. Gak usah malu2x. Cowok juga boleh dech…! :mrgreen:

—cast lagi—
Si Tampan : Gue lah!
Si Cantik : Dia lah!

Spongebob oh Spongebob…!

November 30, 2006

Satu set kotak makan Spongebob Squarepants milik Budiaji Hartono

Pengen cerita dikit soal si Budi kecil pas jaman lagi imut2xnya di TK nich. Cerita di bawah ini tidak sepenuhnya benar. Jangan terlalu percaya ya. 😉

Setiap pagi dari hari Senin sampai Sabtu…Budi kecil memulai rutinitasnya dengan dibangunin pagi2x, dimandiin, dipakein seragam, dipasangin sepatu, abis itu disuapin sarapan dech sama pembokat. Sementara Ibu Budi memasak di dapur, dan Ayah Budi membaca koran di ruang tamu. (inget pelajaran Bahasa Indonesia jaman SD ya) Huff…kenyang. Jam 7 pagi, Budi kecil udah rapi seksi siap berangkat menuntut ilmu…di TK. Sebelum berangkat, biasanya ngecek dulu barang apa aja yang harus dibawa :
1. 1 buah tas
2. 2 buah topi
3. name tag bertuliskan Budiaji Hartono 8)

Buat apa semua barang2x di atas? Hm, kita harus kembali ke hari pertama Budi kecil masuk TK untuk tau hal ini. Okay, hari pertama masuk TK…Budi kecil berangkat ke TK dengan ditemani oleh Neneknya. Sampai di TK, Budi kecil lalu duduk di sebuah kursi yang masih kosong dalam kelas. Tak lama, kelas pun sudah ramai oleh celoteh makhluk2x kecil yang sekarang pasti udah gede. Di dalam keramaian itu…ternyata ada satu makhluk yang tetap duduk manis tak bersuara. Satu geng cewek2x imut di kelas tanpa sengaja melihat adanya sebentuk makhluk tampan gagah nan rupawan tercipta di bumi sedang duduk manis di hadapan mereka. 8) Lalu mereka menyapanya sambil senyum2x genit :

Cewek Imut I : “Nama kamu siapa?”
Budi kecil : “…” (diem)
Cewek Imut II : “Kok diem?”
Budi kecil : “…” (tetep diem)

Cewek2x imut itu lalu pergi tanpa jejak meninggalkan Budi kecil tanpa mengetahui nama Budi kecil. Sayang…padahal nama si Budi kecil itu indah dan jantan sekali lho. 😦 Sudah selayaknya seluruh dunia mengetahuinya. Sang Nenek yang melihat pun bingung. “Lha? Cucuku yang lucu dan trendy itu kok gak bersuara? Wah…bisa gak punya pacar nich.” (ahahaha!) Oke dech…lanjut. Akhirnya bel masuk TK berdering, dan pertemuan pertama dengan Ibu Guru TK pun dimulai. Ibu Guru pun berbicara…”Bla…bla…bla…!” -cut- Anak TK jelas gak ada yang merhatiin Ibu Gurunya. Selama tuch Ibu Guru ngomong di depan kelas, beberapa cowok buruk rupa, yang tadi ngeliat dengan sirik pas si Budi kecil yang tampan digoda oleh cewek2x imut tadi, langsung ndatengin si Budi kecil dan mulai nanya dengan nyolot :

Si Buruk Rupa I : “Sape nama loe?!”
Budi kecil : “…” (diem)
Si Buruk Rupa II : “Wah…nantang banget tuch Bos…sikat aja!”
Budi kecil : “…” (tetep diem)
Si Buruk Rupa I : “Ancur! Berani banget loe!”

-BLEPAK! BAK BUK BAK BUK-

Auw…premanisme emang ternyata udah dimulai dari masa kecil. 😥 Susah. Akhirnya…topi yang dipakai Budi kecil diambil sebagai upeti. Hah…sedih. Nenek Budi, yang tadi sempet2xnya meleng pas Budi kecil mengalami pemerkosaan hak2x hidup oleh makhluk2x buruk rupa, bengong pas liat Budi kecil udah gak make topi. “Lho? Cucuku yang cakep dan gaul itu kok topinya raib? Wah…bisa gak punya pacar nich.” (lho?!) Ech…tapi gue liat2x di sinetron di tipi…anak2x TK sekarang malah makin buas tuch. Apa emang sinetronnya yang parah? 😛

Jam 10…TK bubar. Semua murid boleh pulang. Budi kecil pun pulang bersama sang Nenek. Esoknya…hal yang sama persis terulang kembali dan kembali.

———-sekian ceritanya———- (duh…aib kok dibuka…gak sehat)

Gak tau kenapa. Gue pas TK katanya gak pernah ngomong apa2x. Atau emang itu strategi gue biar keliatan cool banget di hadapan cewek2x imut itu ya? 😆 Tapi emang sich, gue pemalu dan pendiam. Gak nyangka sampe segitunya. Sampai akhirnya emak gue memutuskan untuk ngebikinin name tag. Jadi orang gak perlu nanya nama gue. Keren ya? Dan 2 topi itu…ya buat cadangan aja, kan topi gue sering dirampas. Makanya dibawain 2. Duh, sulitnya jadi orang terjajah (baca : looser). Sedangkan tas gue? Hehe, itu isinya satu kotak bekal makanan, dan satu botol air minum. Gue bingung. Buat apa sich dibawain begituan? Wong masuk TK cuma dari jam 1/2 8 ampe jam 10 doank. Mungkin bener kata Biskuit Roma…”sudah tradisi“. Hehe!

Nach, 14 tahun kemudian sejak hari itu…tahun 2006…hari ini…di umur gue yang masih 17 tahun ini (hoho!)…gue kembali membawa bekal. Tapi…kali ini yang bikinin Nyonya Budi, bukan Ibu Budi. Hohohohohohoho! Gimana? Senang kan jadi orang yang TIDAK JOMBLO? Menu makanan hari ini…em…apa ya…? Pokoknya enak! Liat tuch di gambar di atas. Tempat makan gue Spongebob. Sendok dan garpunya juga Spongebob. Serasi kan? 😳 Botol air minumnya juga Spongebob. Emang…senang banget dech. Entah kenapa orang masih butuh pembokat k-lo dia udah gak jomblo lagi…! Hihihihihihihihihihihihihihihihihihihihihihihi! 😈

P.S. : makasih Nya bekalnya hari ini. enak dech. 🙂

Jomblo…jomblo…jomblo…!

November 27, 2006

Logo Jomblo

Apa itu jomblo? Em, gak tau dech asal kata jomblo ini dari mana. Bahkan arti katanya yang paling tepat pun gue gak tau. Sedikit ber-google-ing…tiap gue cari soal jomblo, hasilnya adalah bahwa konon ada sebuah kata dalam bahasa latin, yaitu ‘jomblus‘ yang artinya satu, sendiri atau single. Mungkin dari kata inilah muncul sebutan jomblo. Tapi sebenernya sich, gue amat meragukan sekali asal kata ini. Yang jelas, di era gombalisasi ini, tiap orang yang lagi gak punya pasangan umum disebut jomblo. Gitchu.

Nach, di kampus gue, jenis kelamin jantan (baca : laki2x) amatlah dominan. Wajar, ini kampus teknik. Dan memang relatif sedikit jenis kelamin betina (baca : perempuan) yang mau bergulat dengan bidang teknik gara2x kata teknik udah terlanjur identik dengan kekusutan, kekumalan, kekulian, dan segala kerjaan2x kasar lainnya yang sedikit bersinggungan dengan penggunaan otak. Padahal gak lho! Coba k-lo diliat pas SPMB, yang namanya teknik tuch punya passing grade paling tinggi diantara bidang2x lainnya. Ditambah lagi dengan masuknya gue ke kampus ini, jelas sudah terbuktikan bahwa untuk bisa masuk sini tuch seseorang gak harus dekil, jelek, ataupun miskin. Buktinya gue gak gitu tuch. Hohoho! Tapi sudahlah, berhubung gue pemalu dan low profile, maka kita gak akan mbahas soal itu. 😳

Begini, di kampus gue, para pejantan sering sekali ngumpul bareng, dan omongan sehari2x paling cuma berkisar dari soal kuliah, game, dan cewek. Perhatikan topik terakhir. Cewek. Yupz, ada yang aneh di sini, para pejantan di sini hobi banget ngomongin cewek…tapi cuma sekedar ngomong. Dapetin cewek sich jarang banget. Sorry guyz. Hohoho! Yach, makhluk2x inilah yang biasanya menyandang status jomblo. Dan biasanya pun bukan sembarang jomblo lho. Jomblo di sini biasanya udah sampai tahap kritis mengkhawatirkan. 😀

Sedikit flashback, di tingkat 1 kuliah, para jomblo masih bisa berlagak dengan jual mahal dan ngomong “Agh, gue maunya cewek gue ntar yang cantik, baek, tajir! Pokoknya the best lah“. Di tingkat 1 ini, hanya cewek2x high class-lah yang umumnya dilirik para jomblo. Di tingkat 2…ketika ternyata masih tetep jomblo juga, maka para jomblo ini biasanya udah mulai nurunin harga dengan ngomong “Yach, cewek gue ntar gak usah cantik juga gak pa2x dech asal baek dan tajir“. Di tingkat 3, ketika ternyata kutukan jomblo masih terus menghantui mereka, maka biasanya mereka udah bener2x banting harga, “Siapa aja dech yang mau jadi cewek gue, yang penting gue punya pasangan“. Di tingkat 3 ini, tanpa pandang muka, setiap cewek pasti dikejar bahkan walaupun yang dikejar masih setengah cewek. :mrgreen: Namun, ketika mereka tiba di tingkat 4, tingkat akhir kuliah, mulai dech…semua berubah…jadi… “Apa aja dech…asal ada lobangnya!“. 😯 Tuhan, ampuni para jomblo ini. Kembalikanlah mereka ke lobang yang benar…ech…jalan yang benar maksud gue. 😆

Hey, gak sedikit lho di antara para jomblo ini yang sedang mengejar status Jomblo Perak (penghargaan atas jasanya selama 25 tahun tanpa interupsi mengabdi pada kejombloan). Gak sedikit sich yang emang berusaha menghapus kutukan pada dirinya tersebut. Tapi, gue lebih sering lihat kegagalan. Hihi! Biasanya…k-lo emang udah sampai di tahap mengenaskan, para pejantan ini akhirnya putus asa, dan malah mencoba berkelit dari gelar kejombloannya dengan justru memunculkan istilah2x baru demi menaikkan derajat dirinya. Contoh : Jomblo Keren (JoKer), Jomblo-Jomblo Bahagia (JoJoBa), High Quality Jomblo (HQ Jomblo), Ikatan Jomblo Lucu Imut (Ijo Lumut), dsb. Bahkan sampai muncul slogan “Jomblo itu pilihan, bukan kutukan“. Huahaha! 😆

Anyway, gue cuma mau bilang…apapun status yang loe pakai…HQ Jomblo kek, Jomblo Keren kek, Jomblo Bahagia kek, Jomblo Lucu Imut kek, bodo amat! Gak ada bedanya! Mau loe sembunyikan gitu pun, menurut gue, Jomblo tetaplah Jomblo! Kaciaaan deeech loooe! 😆

BWUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!

😈

Abis Lulus Mau Ngapain…?

November 13, 2006

Kebun Binatang Bandung

Abis lulus? Yach, lulus aja belum. Duh, ngomongin masa depan emang agak berat ya. Apalagi k-lo emang loe belum punya clue apa2x…belum bisa ngeliat apapun di depan loe…cuma gelap…samar2x…! Wah…berarti loe butuh kacamata, awas nabrak. Hehe! Ech, tapi gue mau cerita dikit dulu nich.

Foto di atas adalah foto pintu gerbang Kebun Binatang Bandung yang letaknya tidak jauh dari kampus ITB. Di mana sich tepatnya? Tepat di samping kampus kok, jaraknya hanya beberapa kaki dari kampus, hanya dipisahkan oleh sebuah jalan dengan kampus, hanya berjarak beberapa detik dari kampus, dan bahkan bisik2x para penghuninya dapat terdengar dengan amat jelas dari kampus, apalagi letak Kebun Binatang dan kampus ITB pada buku atlas peta dunia jaman gue SD berada tepat di satu titik yang sama sekali tak terlihat. Ya, betul kawan2x semua, ITB bertetangga dengan makhluk2x liar tanpa busana yang bersemayam di kandangnya masing2x. Hebat sekali bukan? Dan yang paling hebatnya…udah sedeket itupun…sampai sekarang tetep belum pernah gue kunjungi. 😛

Kenapa belum pernah gue kunjungi? Karena gue bukan anak ITB? Sayang sekali harus mengecewakan anda semua…gue masih anak ITB (sial! udah 4 tahun lebih masih juga jadi anak ITB?!). Karena gue gak punya duit buat bayar tiket masuk Kebun Binatang? Weits, sorry banget, celengan ayam jago gue di rumah justru lagi montok2xnya. Karena gue gak punya waktu kosong? Sialnya, gue punya banyak banget, kelebihan malah sehingga sering gue bagikan kepada orang2x yang membutuhkan. Karena Kebun Binatang tersebut tidak menarik minat gue? Gak kok, malah tergoda dan bahkan berhasrat, yang hingga kini belum tersalurkan.

Yach…penyebab sebenernya adalah adanya sebuah mitos. Sejak pertama kali gue masuk ke kampus dulu, gue udah denger mitos ini. Mitos apakah? Konon…setiap mahasiswa ITB bakal kena kutukan seandainya berani masuk ke Kebun Binatang Bandung. Alkisah, jaman dahulu kala ada sebuah kutukan, entah siapa yang mengutuk (apa itu mengutuk? itu lho…k-lo mau masuk rumah orang, harus mengutuk pintu terlebih dahulu). Em, kurang lebih begini bunyi kutukannya : 🙄

Wahai mahasiswa ITB yang cakep2x dan lucu2x, dengarkan sabdaku ini, siapapun diantara kalian yang berani memasuki pintu larangan (baca : Gerbang Kebun Binatang), niscaya mahasiswa tersebut baru bisa lulus dari ITB paling cepat dalam waktu 7 tahun.” Jedeeer (suara petir menggelegar)! 😡

Aih, serem bow! Berhubung gue termasuk salah satu subjek yang tersebutkan 8) (lihat huruf yang digaris bawahi) di kutukan itu, jelas gue merasa waswas donk. Ada rasa tak tenang menghinggapi diri gue. Jelas gue kalut. Agh! Apa2xan sich?! Hingga akhirnya gue gak pernah mengunjungi tempat itu. Dan gue yakin, banyak banget orang yang sejak mulai menyandang simbol gajah bengkak (baca : baru masuk kampus) sampai akhirnya berhasil lolos dari himpitan si gajah tersebut (baca : sudah lulus) pasti belum pernah mengunjungi rumah tetangga sebelah gara2x kutukan ini. 😉

Anyway, sedikit penasaran dengan kutukan ini, gue pernah melakukan penyelidikan mengenai “Kok bisa sich ada kutukan kaya’gini”? Yach, sampai sekarang pertanyaan itu tetep belum kejawab sich. Tapi ternyata…temen seangkatan gue di ITB punya sedikit fakta yang mengejutkan. Berikut kutipan percakapan antara gue dengan temen gue :

A : “Tau kutukan Kebun Binatang samping ITB yang soal lulus 7 taun itu gak?”
B : “Wah, k-lo itu sich udah ada sejak jaman emak gue kuliah di sini.”
C : “Hah?! Serius loe?!”
D : “Iya, makanya emak gue dulu gak pernah ke kebon binatang situ.”
E : “Oh, emak loe selamet donk yee gak lulus 7 taun.”
F : “E…gak ngaruh…emak gue tetep aja lulusnya 7 taun.”
G : “Lha?” 😯

Ini kejadian nyata lho. Beneran dech. Gue itung2x, berarti emaknya temen gue itu udah mulai kuliah sekitar taun 1970an akhir. Dan hebatnya, udah ganti millenium gini pun mitos itu masih tetap kekal. Hebat. Sebagian temen seangkatan gue ada sich yang mencoba menantang dan mematahkan kutukan ini. Dan alhamdulillah, ternyata…mereka tetap masih berada di kampus ini bersama gue. Huehehehe! Jadi k-lo sekarang ada orang yang nanya ke gue soal masa depan. Mungkin pertanyaan semisal mau ngapain setelah lulus? Sederhana aja sich jawabannya, mau ke Kebun Binatang…! (Agh, gak bener banget ya? Aaaa! Tolooong! Wonder Womaaan…bantu aku keluar dari sini!) 😥

—Pemeran—
A : Si Cakep
B : Temen Si Cakep
C : Si Cakep lagi
D : Temen Si Cakep lagi juga
E : Si Cakep lagi dech
F : Temen Si Cakep gak mau kalah
G : Pokoknya tetep Si Cakep yang menang! Yes!
(ehem, tentu pembaca dapat memutuskan dengan mudah kan mengenai siapakah pemeran Si Cakep. terima kasih lho. 8) )

Maling juga Manusia…!

October 19, 2006

Judul di atas agak mbingungin sich. Mungkin judul yang lebih tepat buat memulai adalah “Raibnya Kendaraan Beroda Lima…!”. Kendaraan beroda lima? Mobil. Kok? Yang bener nich? Ya iyalah…mobil pribadi kan ada dua roda depan, dua roda belakang, dan satu lagi…ban serep. Hehe! Agh…garink.

Anyway, serius nich…kemaren sore menjelang buka puasa, gue denger ada orang yang kehilangan mobil di depan Masjid Salman. Hah?! Jelas kaget…wong mobil gue sering tergeletak di situ. Wah…makin gak aman aja nich dunia ini. Kemanakah dirimu wahai Superman?! Spiderman?! Batman?! Robin?! Robocop?! Gundala Putra Petir?! Arjuna?! Masa’pada nitip absen semua…?!

Denger2x lagi…ternyata dalam dua minggu belakangan ini pun udah ada empat mobil yang ilang. Oh ya?! Iya. Dua mobil ilang di parkiran Sipil ITB, dua lagi di parkiran Seni Rupa. Glek…selain di depan Salman, di dua tempat terakhir itulah mobil gue juga seringkali bertahta.

Wah…gue pikir…kok intensif banget ya nich maling. Dalam dua minggu ini berarti udah lima biji mobil raib. Kenapa ya? Setelah lama gue berpikir…baru gue nyadar. Oh iya! Kan udah deket Lebaran. Maling kan juga manusia. Mereka juga harus beli baju Lebaran, kue Lebaran, bahkan juga mungkin buat ongkos mudik. Gitu. Kasian juga kan?! Halah…!

Tapi…awas ya…peringatan buat maling…awas aja loe k-lo ampe ngembat mobil gue! >(

Kerja…?

October 18, 2006

Hari Sabtu minggu lalu ada acara buku puasa Elektro 2002 di rumah temen gue Jaya. Awalnya sich acara ini cuma sekedar becanda2xan doank di Milis EL’02. Ech…ternyata jadi juga. Haha!

Di acara itu ngumpul sekitar 40 orang anak EL, mulai dari yang udah kerja, yang cari kerja, sampe yang masih mahasiswa. Mulae dech pada bagi2x cerita…gimana rasanya kerja…ngapain aja di kantor…bahkan sampe pertanyaan soal gaji. Sampai bagian ini, gue biasanya bingung, orang kok sering banget gak mau jawab tiap ditanya soal gaji. Kenapa ya? Malu? Karena gaji kecil? Atau malah kegedean? Hm…! Padahal kan udah kerja. Harusnya malu tuch k-lo kaya gue! Masa’nanya soal gaji ke gue?! Lulus aja belom! Masih minta duit mulu ama BoNyok…! Malu…! 😛

Anyway…sedikit banyak jadi kepikiran pengen kerja juga dech jadinya. Tapi…emangnya segampank itu?! Liat tuch tiap ada Career Days atau Job Fair…! Liat betapa banyak ambulance di samping gedungnya. Kenapa? Yach…namanya demi dapet kerjaan, sikut2xan, saling injek, sampai bunuh2xan sich udah biasa di antara pengemis…ech salah…pencari kerja. Hehe! Agak hiperbolis emang. Well, karena gue belom lulus, ya udah mending gue kerjain dulu aja dech yang gue bisa. Mending gue fokus dulu ke Revo. Revo nich calon perusahaan yang mau gue diriin bareng temen2x gue nich. Semoga aja jadi. Hoho!

Semoga aja Revo bisa berhasil…! Jadi gue gak perlu cari kerja. Makanya…beli produk2x Revo ya. Bwahahahahaha! 😛