Budiaji Hartono’s Blog’s Search Engine Terms

Wuiiih…udah lama gue gak nulis di blog ini. Lagi kurang sehat sich memang akhir2x ini. Sorry ya buat para fans yang udah sering ngecek ke sini (halah, kaya’banyak yang baca aja). :mrgreen: Hehe! Oh iya, gue lagi iseng buka dashboard blog gue, terus tiba2x liat ada gambar di atas itu. Yupz, k-lo loe search di Mbah Google dengan suatu keyword, terus kebetulan ada alamat blog gue di antara hasil pencarian, terus loe klik, maka secara otomatis keyword loe itu bakal tercatat di blog gue (ketauan! 😉 ). Dan lihat apa saja keyword yang digunakan. Keyword dalam kotak kuning jelas tidak perlu dibahas. Udah biasa kok ada orang2x yang terpukau dengan ketampanan gue 8) (kamar mandi ada di sebelah kiri lift kalau2x anda ingin muntah). Hehe! Tapi yang di kotak merah itu lho! Huehehe, amatir banget dech. Mau nyari barang gituan kok keyword-nya gitu doank sich?! Plis donk! Tapi, Mbah Google gak salah sich. Bagi yang merasa nyasar, sebenarnya anda berada di tempat yang tepat. Hubungi gue aja. Tapi…ini rahasia ya. Jangan ampe orang2x tau. 😛

Okay, sekarang kita bicara serius. Pernah denger “Size doesn’t matter“…? Nach! Yang bener aja! Size does matter oi! Kenapa gue bilang gini? Yach, mungkin harus dimulai dari kejadian beberapa hari lalu saat gue dengan (tanpa) sengaja melihat rekaman YZ vs ME. Untuk loe yang belum lihat…cucian dech loe! Hoho! K-lo penasaran, cari aja di Google Video (k-lo belom diapus lho ya), tinggal ketik keyword-nya doank kok. Keyword-nya apa? Yey, cari ndiri! Enak aja! Tapi, berhubung gue baik, gue kasih petunjuk sedikit dech. Keyword-nya ada 3 huruf, huruf pertama ‘D’, huruf ketiga ‘R’, dan huruf yang di tengah ‘P’. 😛 K-lo loe langsung nyoba nyari rekaman itu setelah baca bocoran gue di atas, maka gue akan mengucapkan…selamat, anda telah menjadi downline saya dalam MLM (Multi Level Maksiat). Bagus, sebarin aja, rekrut sebanyak2xnya orang untuk menjadi downline anda. Dan secara otomatis, level gue di MLM ini bakal makin tinggi. Sapa tau gue ntar bisa jadi top level-nya, terus dapet mobil BMW ataupun kavling tanah yang luas banget…di neraka. 😥

Anyway, kirain adegannya kaya’apa. Ternyata…gitu doank! Jelas kalah jauh ama film Vivid Interactive, atau Mike’s Apartment (wohoho!). Apalagi pemerannya, yang maen di rekaman kan cuma 2 orang biasa, YZ dan ME. Adegannya gitu doank pula. Kecewa. Tapi orang2x kok pada ribut amat sich? Ampe masuk TV segala. Emang segitunya?! Gue ampe bingung banget mikirin hal ini. Tiap kemana2x pasti mikirin, ampe pusing sendiri, trus makan jadi cuma 3 kali sehari, mobil cuma punya 5 biji, rumah cuma punya 4 biji, dll. (e?!) Tapi akhirnya…gue tau kenapa orang2x pada ribut! Pasti gara2x ‘ukuran’ kan? Huahahaha! Ngaku loe pada! Ya, saya tau kawan2x. Udahlah, walaupun memang ‘ukuran’-nya cuma segitu, gak pa2x kok. Yang penting kan niatnya. Asal niatnya baik kan gak pa2x. (Hah?! Apa sich?!) Hehe! Udah ach, jangan ngomongin ‘ukuran’ terus. Kan gak enak, orang tua kok digituin. Okay? Siiip. 😀

Nach, makanya, mari kita bersikap profesional. Sebagai seorang penikmat dan pengamat film biru, gue akan membahas rekaman karya anak bangsa ini. Kita mulai saja :

  1. Kualitas gambar buruk. Sehingga cukup membingungkan…antara siapa yang pemain pria, dan siapa pemain perempuannya. Sedikit kronologi kejadian pada rekaman ini, yang pertama tampak di layar adalah kaki, lalu sebentuk tubuh tanpa detail yang cukup. (suara setan : “Gambar apaan nich?!”) Hm, terpaksa rekaman di-pause di bagian itu. Oh, ternyata itu adalah gambar wajah. Okay, rekaman diputar kembali. Kamera kemudian menyorot ke arah bawah. (suara setan : “Wah…ada yang menonjol. Wow! Ini pasti si cewek!”) Kamera terus diarahkan ke bawah, dan tak terlihat apa2x lagi di bawah. (suara setan : “Bener, memang si cewek.”). Lalu kamera berpindah ke sesosok tubuh lain. (suara setan : “Lha?! Ini juga nonjol! Kok?!”) Langsung gue rewind rekamannya. Putar perlahan, perhatikan baik2x. Ooo…ternyata sosok pertama adalah si cowok, dan ternyata tonjolan tadi adalah tonjolan perutnya. Hihi! Sapa suruh yang nonjol cuma perutnya doank? (mode sadis 😈 )
  2. Pencahayaan sangat buruk. Apakah hal ini yang menyebabkan tidak terlihatnya sesuatu yang harusnya terlihat pada tubuh pemain pria? Entahlah. Mungkin saja. 😆
  3. Suara yang kurang jelas. Untuk sebuah film dengan kualitas gambar buruk, maka sudah seharusnya ada kompensasi berupa kualitas suara yang bagus. Tapi sayang sekali hal tersebut tidak saya temukan di film ini. Kecewa. Suaranya donk! Siapa sich loe?! Ekspresinya! Mana ekspresinya?! (obsesi : jadi sutradara) 😛
  4. Durasi terlalu singkat. Hanya 42 detik. Saudara YZ hanya mampu segitu saja? Cepat sekali. Oh, ternyata tidak, mungkin ini sekedar trailer. Saya belum berhasil melakukan konfirmasi soal ini. YZ saat ini tidak bisa dikontak karena sedang dikurung gak boleh keluar rumah oleh Ibunya gara2x bandel di sekolah. 😛 Sementara ME…malah terlalu sibuk mempromosikan rekaman film ini kesana kemari. Tak hanya menjadi pemeran utama perempuan, ternyata ia juga merangkap sebagai ujung tombak marketing rekaman ini. Hm, sepertinya suatu saat nanti akan muncul full version rekaman ini di bioskop2x terdekat di kota anda. Taktik dagang yang hebat. Salut untuk ME.

Tapi, dibalik segala kekurangan dari rekaman ini, saya rasa masih terdapat kelebihannya. Ya, keberanian sang pemain pria harus diacungi jempol…ech…atau kelingking saja…mengingat ukurannya gak sampe se-jempol. (sadis abis! :mrgreen: ) Haha! Dan saya harus mengucapkan selamat kepada YZ dan ME. Debut kalian di dunia perfilman sangat memukau. Karya kalian bagaikan oase di padang pasir, hujan di musim panas, AC di kota Jakarta, Budiaji di depan komputer lagi nulis blog (halah!). Segar. Walaupun memang masih banyak kekurangan, jangan menyerah. Berusahalah lagi, dan jangan berhenti berkarya. Kita majukan karya bangsa. Hidup Indonesia! Saya tunggu karya kalian selanjutnya di ajang Budiaji Award? 😀

Saran pribadi saya sebagai sesama pria untuk YZ :

  1. Kalau anda jadi pemeran utama untuk film seperti ini lagi, saya sarankan saat bagian ‘adegan’-nya, gunakan…stuntman! Saya rasa pasti banyak yang bersedia. Apa? Anda mau saya yang jadi stuntman? Wah, sulit…jujur…saya gak bisa…! Ukuran bukanlah masalah untuk saya ( 😛 ), tapi maaf, saya lelaki setia, dan hanya satu wanita yang berhasil mengisi hati dan pikiran saya. Tiada tempat untuk yang lain. Hanya dia yang kucinta. Serius. (Love you Bo…! 😳 Miss you much…!) Tapi, tunggu, kalau lawan main saya lucu, mungkin bisa saya pertimbangkan kembali komitmen saya. Kriteria lucu : lihat di sini. Kak Nunu, main yuuuk. 😉
  2. Saya sarankan anda bertemu dengan ME! Hanya beliaulah yang dapat memecahkan masalah anda. Ya…temuilah ME…bukan Mari* Ev*, tapi…Mak Erot…! Huehehehehehehehe! 😆
Advertisements

Chicken McD 1

Udah seminggu lebih gak nge-blog…kepala terasa muter2x gini, mata berkunang2x, badan lemes banget, perut keroncongan…! Ups, kaya’nya ini gara2x gue laper dech. Hehe! Makan yuk. Ingin tau menu makan malam gue hari ini? Liat gambar di atas. Yup, yup, yup! Itulah makan malam gue hari ini, paket Chicken McD 1. Hehe! Keren kan? Padahal sekarang udah tanggal 23! 23 lho! Tanggal tua! Tapi gue masih berani beli McD. Hoho! Emang gue pemberani dan tangguh. 8) Padahal belom tentu besok bisa makan. Dan entah apakah gue dapat menahan lapar hingga bulan ini berakhir…! 😥

Okay, lupakan soal makhluk seksi (baca : gue) ini sejenak. Gue lagi pengen ngomongin soal McD nich. Dalam perjalanan gue ke kampus barusan, gue ngeliat ada restoran cepat saji McDonald’s tergeletak di pinggir jalan. Akhirnya gue putuskan untuk berkunjung silaturahmi, mengingat gue belom makan malam dari tadi pagi (ya iyalah, makan pagi sich namanya sarapan). Hehe! Begitu gue masuk ke dalam McD, gue disapa oleh Mbak2x McD dengan keramahtamahan ala McD. Berikut sekilas percakapan gue :

  • Mbak2x McD : “Selamat malam, mau pesan apa Mas?” (hah! gue dipanggil Mas! terima kasih Tuhan, ternyata gue masih terlihat muda!)
  • Gue : “Aduh, Mbak bisa aja…!” 😳 (sambil senyum malu2x)
  • Mbak2x McD : “Lho?” (bingung kenapa gue senyum2x)
  • Gue : (segera tersadar dari buaian masa muda gue) “Oh iya, mau pesen makanan Mbak buat dibawa pulang.”
  • Mbak2x McD : “Mau pesen apa Mas?” (aih! gue dipanggil Mas lagi! aaa!)
  • Gue : “Agh, Mbak gitu dech…!” (malu2x lagi)
  • Mbak2x McD : “Hah?” (bingung lagi, dan lagi)
  • Gue : (tersadar setelah liat tampang bengong Mbak-nya) “Ech, bentar Mbak, mau liat dulu. Em…pesen Chicken McD 1 aja dech Mbak.”
  • Mbak2x McD : “Baik. Mau tambah kentang?”
  • Gue : “Gak usah Mbak.”
  • Mbak2x McD : “Baik, tunggu sebentar ya Mas.” (ha! lagi2x! ah, gak nyangka gue masih terlihat segitu mudanya!)
  • Gue : (mbaknya ninggalin gue, jadi akhirnya gue bengong berduaan sama patung Ronald McDonald’s sambil liat2x harga makanan) “Hm, Chicken McD 1 harganya 19.000 perak, tambah PPN 10% berarti totalnya 20.900 perak.” 🙄
  • Mbak2x McD : (balik sambil bawa makanan gue) “Ini Mas. Semuanya 22.200 rupiah.”
  • Gue : (masih agak trans gara2x dipanggil gitu ama Mbak-nya…gue serahin lembaran 50.000 terakhir di dompet gue. hiks…! 😥 )
  • Mbak2x McD : “Kembalinya 27.800 rupiah. Terima kasih. Kembali lagi Mas.” (sambil nyerahin duit kembalian gue).
  • Gue : “Makasih.” (nerima duit sambil masih setengah mengawang2x)

Abis itu gue langsung cabut dech dari McD. Nach, sekarang gue udah sampe di kampus dengan seonggok makanan di depan gue. Perlahan-lahan, jiwa gue mulai balik ke raga gue…setelah tadi sempet meninggalkan gue sejenak gara2x Mbak2x McD tadi. Hehe! Entah kenapa…rasanya kok ada yang salah ya. Hm, apa gue lupa cuci kaki? Apa gue lupa cuci muka? Atau gue lupa baca doa? Hah?! Emangnya gue mau bobo?! 😯 Hehe! Tapi jelas ada yang salah. Akhirnya gue putuskan untuk ngeluarin semua barang yang ada di kantong gue. Mari kita rinci satu persatu barang di kantong gue :

1. Kunci Istana Pribadi
2. Kantung Uang
3. Kunci mobil BMW
4. O2 XDA II
5. Kuitansi McD
6. Kondo…

Weits, bentar…sebelum gue menyelesaikan tulisan no.6 yang ngomong2x rasanya rasa Jeruk Bali (hehe!), kaya’nya ada yang salah nich di no.5. Akhirnya gue pelototin tuch kuitansi McD. Dan akhirnya! Akhirnya! Akhirnya gue nemu penyebab dari kebelumlulusan gue dari kampus ini! Gara2x males belajar! Betul! Itu dia! Walau emang gak ada hubungan sama no.5 sich. Hehe! 😆 Btw…liat gambar kuitansi di bawah.

Kuitansi McD

Sorry kuitansinya udah lecek gitu. Abis gue agak dongkol sich tadi. Masa’penipu sampai bisa ditipu gini?! Huh! Gak ikhlas bow. Nich, keliatan gak bahwa di kuitansi ada tulisan RICEUP yang harganya 1.300 rupiah? Apa2xan tuch? Perasaan gue cuma mesen Chicken McD 1 doank dech…gak mesen nasi tambahan atau apapun. Terus kenapa ada tulisan RICEUP? Harganya jadi nambah 1.300 perak pula! Agh! Merasa tertindas dengan peristiwa ini, gue cari2x informasi. Gue buka tuch Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ternyata…gak ada jawabannya di sana. Hehe! 😛 Ya udah, gak masalah. Gue tanya aja ama teman gue yang alkisah pernah mengalami kejadian serupa. Ternyata emang k-lo loe mesen paket begituan di McD, pasti bakal ada RICEUP! Apa itu RICEUP? Makhluk apakah itu? Kok berani2xnya muncul di kuitansi gue?! Ternyata, kata temen gue, dia udah pernah nanya ama orang McD soal RICEUP itu. Kata si orang McD :

Iya Mas, kalau paket itu memang harus nasinya harus RICEUP. RICEUP itu maksudnya upgrade nasi jadi nasi yang lebih gede. Soalnya nasi yang di paket itu emang kekecilan. Jadi harus ditambahin.

😡 Buset! Kebijakan apaan tuch?! Baru tau gue! Terus kenapa gak ada pemberitahuan sebelumnya sich?! Gila! Langsung maen tembak aja gitu?! Gak pake PDKT dulu?! Bahkan gak ngasih kesempatan buat ngutarain perasaan gue yang sesungguhnya?! Gimana k-lo tau2x gue udah punya pacar?! Hah?! Maksa bener sich! Emangnya jaman Siti Nurbaya?! (apa sich?!) 😛 Gue heran banget hal kaya’gini gak ada yang pernah complain! Kenapa gak pernah muncul di media massa sich?! Apa gara2x Mbak2x McD yang memakai jurus rayuan pulau kelapanya pada tiap pembeli? Ups…! Apa karena semua orang yang belanja di McD emang orang2x tajir ya? Sampai2x duit 1.300 perak gitu gak pernah dipermasalahin. Well, asal tau aja, gue beli McD woi! Gue mahasiswa! Ech bentar…berarti gue orang tajir ya? Horeee! Ech, melenceng lagi kan jadinya. Dasar McD. Bukan itu maksud gue. Maksud gue…ini jelas2x menipu konsumen, karena McD dengan seenak Cheese-Burger-nya malah membebankan biaya tambahan pada pesanan anda. Jelas yang salah si McD. Kenapa gak sekalian aja nasinya dibikin gede, terus harganya tetep harga yang murah? Atau nasinya dibikin gratis aja sekalian? Ya kan? Anda semua setuju kan dengan saya? Bagus. Loe pasti bingung kan kenapa gue mati2xan mbelain duit 1.300 perak ini. Well, ini masalah harga diri sich. Iya, gak ngerti ya? Gini, bayangin k-lo harga diri loe 1.300 perak. Terus 1.300 itu cuma laku buat RICEUP. Wah, jelas gak rela kan! Jelas loe maunya 1.300 itu minimal bisa dapet rumah gede tambah mobil mewah tambah kapal pesiar tambah macem2x kan?! Makanya, perjuangkan 1.300 rupiah loe! 😀

Jadi? Gimana? Kesimpulannya? Apakah kita tutup saja McD-nya? Setuju! Jelas banget! Mari kita tutup McD! Abis…McD di sini gak pernah tutup sich…buka 24 jam 7 hari seminggu. Kasian kan karyawannya gak ada yang istirahat. Hohoho! Nyam, gue makan McD gue dulu dech. Hehehe! 😛

P.S. : Anu…udah pada tau kan siapa Mahasiswa Tampan yang dimaksud di judul postingan kali ini? Terima kasih lagi. 😀

Tiket Bioskop Blitz Megaplex

Bosan menonton film di bioskop yang itu2x saja (baca : bioskop 21)?
Bosan melahap makanan yang itu2x saja (baca : popcorn 21) saat menonton di bioskop?
Bosan duduk di kursi yang itu2x saja (baca : kursi 21) selama menonton di bioskop?
Bosan harus menatap layar yang itu2x saja (baca : layar 21) saat menonton di bioskop?
Bosan ngecengin mbak2x yang itu2x saja (baca : mbak2x 21) tapi gak pernah dapat?
Bosan harus membayar tiket (baca : tiket 21) untuk menonton film di bioskop?

Gue tahu solusinya! Gampank, gak usah nonton ajalah sekalian! Dasar! Rese’banget sich! Bayar murah aja minta macem2x! Parah! 😡

Ehem, beberapa hari yang lalu gue dan Nyonya abis nonton film di bioskop baru di kota Bandung, Blitz Megaplex. Beberapa hari sebelum beberapa hari yang lalunya lagi juga gue abis nonton di situ. Ehem, ehem. Keren kan? 8) Tapi, agak hedon memang. Celengan ayam jago gue kaya’nya mulai jadi agak cungkrink nich. Padahal masih mahasiswa. 😥 Kasian banget kan? Nach, bagi yang merasa kasihan dan ingin menyumbang demi kelangsungan hidup gue, silakan kontak gue langsung di budiaji[underscore]hartono[at]yahoo[dot]co[dot]id, atau langsung aja transfer uang ke rekening BNI, BCA, atau Bank Muamalat (bisa minta nomer rekeningnya ke gue). Amat disarankan untuk mengirim ke tiga rekening tersebut sekaligus. Bantuan yang anda kirimkan akan dipergunakan dengan bijak dan akan langsung diberikan kepada yang membutuhkan. Sayangilah binatang. 😛

Oh iya, foto di atas itu adalah foto tiket bioskop Blitz Megaplex lho. Gue abis nonton World Trade Center dan Open Season. Tapi sekarang gue gak bakal membahas soal film yang gue tonton. Standar banget soalnya. Satu film bercerita tentang Nicholas Cage jinak yang dilepas sama penjaga hutan ke alam liar pas lagi musim berburu, satu film lainnya lagi tentang beruang yang kejepit di antara reruntuhan gedung WTC bareng seekor rusa pas lagi mau nolong orang. Tidak perlu kaget. Memang film sekarang sering aneh2x gitu kok. Tapi…berasa ada yang salah ya? Tau ach, lebih baik gue bahas soal Blitz Megaplex-nya aja dech. Kaya’ngiklanin gini sich, tapi gak apa2x dech, soalnya gue lumayan kesengsem nich ama bioskop baru ini. 😳

Bioskop ini memiliki 9 studio dengan kapasitas penonton lebih dari 2.000 makhluk. Terletak di Paris Van Java, letak tepatnya dapat dilihat di peta ini. Sedikit bercerita tentang Paris Van Java, ini adalah mall baru yang di dalamnya terdapat Carrefour, food court, toko perhiasan dan toko pakaian. Saran buat para mahasiswa, jangan coba2x liat label harga pakaian di beberapa toko pakaian di sana, bisa nangis darah loe pada. Ingat, JANGAN! Kembali ke topik, saat ini Paris Van Java memang masih belum selesai dibangun, tapi tiap kali gue dateng ke situ pasti banyak banget orang yang dateng, mungkin karena pada penasaran pengen liat gue kali ya. Hoho! Ech, k-lo loe ke Carrefour, gue sarankan loe untuk bertamasya ke toiletnya dech. Jangan lupa bawa bekal. Lumayan bagus soalnya, dibandingin toilet Blitz Megaplex yang biasa banget. Loe bakal betah dech berlama2x di situ. Bawa tiker sekalian k-lo perlu, jadi bisa piknik. Hehe

Hm, pertama kali gue nonton di Blitz Megaplex, gue agak kecewa. Begini, studio yang gue cicipin pertama tuch studio 4. Studio ini letaknya di lantai atas dan k-lo loe mau ke situ loe harus naik tangga dulu. Parah, dia gak ngasih eskalator, padahal jaraknya lumayan jauh. Begini caranya sich jelas dia kehilangan pelanggannya yang keberatan k-lo harus naik tangga, diantaranya : pengguna kursi roda, kakek dan nenek yang sudah tua renta, pinguin, belut, ikan lele, ikan gurame, ikan mas, dan masih banyak lagi ikan lainnya. Emang sich ruangan bioskopnya gede, tapi layarnya kaya’nya gak gede2x amat ach, kursinya juga gak terlalu nyaman soalnya ukurannya kecil dan agak keras. Tubuh gue yang manis manja ini jelas gak terbiasa dengan fasilitas gini. 😛 Tapi…kedua kalinya gue ke situ, gue baru puas. Selain karena gue emang dateng pas nomat (cuma 15.000 perak!), ternyata, beda studio tuch beda juga fasilitasnya. Studio yang gue cicipin selanjutnya ini adalah studio 7 yang letaknya di lantai bawah. Kursi di studio ini lebih gede, lebih empuk dan lebih nyaman daripada studio 4, walau memang ukuran ruangannya lebih kecil. Gak masalah. Baru berasa nich yang namanya Blitz Megaplex. Bagus, memuaskan. Perhatikan bahwa gue menggarisbawahi beberapa kata di atas karena gue berpikir di situlah adanya perbedaan fasilitas pada studio2x di sini. Kaya’nya emang studio lantai bawah beda dengan studio lantai atas dech. Makanya…berdasar pengalaman gue ini, gue berani mengambil kesimpulan…bahwa…SBY emang tepat untuk jadi Presiden RI. Gitu. (Lho?)

Tips dari gue :

  1. K-lo loe bawa mobil, mending loe geletakin mobil loe di parkiran lantai atas aja. Jalan menuju ke sana bisa loe tanyakan kepada para pegawai parkiran yang bajunya sering berganti warna, k-lo siang warnanya terang, k-lo malem warnanya gelap. 😛 Dan begitu turun dari mobil, loe bisa langsung masuk ke pintu Blitz Megaplex.
  2. K-lo loe lagi mau make eskalator, tapi eskalatornya mati, jangan berhenti wahai orang udik, langsung naek aja, dan bukan sulap bukan sihir, niscaya sang eskalator akan bergerak secara otomatis. Karena make sistem sensor. Kok tau? Iya donk, itulah yang namanya elektro…tukang eskalator…! 8)
  3. K-lo loe udah naik eskalator yang awalnya diam, dan bahkan tetap diam tak bergeming ketika loe sudah naik di atasnya, maka segeralah turun dan usahakan jangan ada yang liat. Malu. Karena itu artinya eskalatornya rusak atau belum bisa dipake. Makanya jangan sotoy. Hehe!
  4. K-lo loe liat karya seni dari pasir yang berbentuk lumba2x di mall situ, tolong bikin bolongan di bokongnya ya, terus titip salam dari gue. Kemarin tergoda pengen ngisengin tapi gak jadi. 😛

Sekian. Sampai jumpa di bioskop terdekat di kota anda. 🙂

Hari Minggu malem, demi merayakan datangnya hari Senin yang jatuh pada tanggal 6 November 2006, gue memilih untuk nonton film di BSM 21. Banyak film baru nich…jadi sempet bingung antara mau nonton film…atau gak. Hehe! Akhirnya, pilihan terlempar dan jatuh pada…jreng jreeeng (suara orkestra di atas panggung)…Denias, Senandung di Atas Awan…plok plok plaaak…film garapannya seseorang yang dibintangi oleh orang-orang lainnya. Wah, film ini bagus banget lho. Nonton ya. Nach, sekian review dari saya. Terima kasih. Mari kita bicarakan topik selanjutnya. 😛

Haha, tambah garink aja gue dari hari ke hari. Jadi begini…berhubung gue tercolek dengan sukses oleh film ini, gue jadi sedikit tergelitik mesra untuk menuliskan sedikit review tentang film ini. Jujur, awalnya gue gak terlalu berharap banyak ama film ini. Yach, gue pikir…paling2x film Indonesia biasa tentang anak kecil dan bla bla bla. Tapi…plak…ouch! Gue tertampar. Sekali lagi gue berhasil membuktikan kepada dunia bahwa gue pun tidak sempurna…yach, sama ajalah kaya’Brad Pitt, Antonio Banderas, dan Tom Cruise. Gue tetep bisa bikin salah…walau gue tampan, cakep, seksi, ramah, cerdas, dan segudang karakter penuh kesempurnaan dari buku Pendidikan Moral Pancasila (PMP) ataupun PPKn (yang alhamdulillah gue lupa singkatannya apa) lainnya yang gak akan gue tulis di sini karena gue orangnya rendah hati, sopan, santun, tenggang rasa, kebersamaan, dll. Ya, gue akui dengan jantan kawan2x semua…gue salah. Ternyata film ini bagus banget. 🙂

Film ini mengambil setting di Papua, pulau yang ternyata indah! Gak cuma karena adanya banyak makhluk tanpa busana (wow!) seperti kuskus, ikan, dan sebagainya (haha!), tapi juga karena alamnya yang mantabh. Iya! Hutannya itu lho…yakin dech gak perlu dites di dokter…cukup diliat aja udah bisa ketauan betapa masih perawan ting2x-nya, gunung2xnya yang berserakan di mana2x juga masih belom pernah dijamah, apalagi hewan2x nakalnya. Haha! Top banget! Salut buat Papua.

Ech, kembali ke film. Film ini mengisahkan tentang anak kampung Papua yang semangat banget pengen sekolah! Gila tuch bocah! Padahal alesannya agak gokil bin aneh. Nich gue kutip, baca dengan logat papua ya : “Nama saya Denias. Mama saya suruh saya sekolah. Karena dia bilang gunung takut pada anak sekolah.” Bwuahahahaha…alesannya…lugu atau bodo…perbedaannya memang setipis pembalut. Hehe!

Kisah dimulai dengan segelintir anak kampung di Papua yang belajar di sekolah darurat yang seadanya aja, gak cuma bangunannya yang tanpa dinding, tapi juga gurunya yang cuma sebatang. Di situlah si makhluk berjudul Denias ini bersekolah. Suatu hari Ibu Denias wafat dengan meninggalkan pesan yang jadi pendorong Denias untuk terus bersekolah. Namun kemudian…sang guru pergi dari Papua. Nach, di sini nich munculnya peran Ari Sihasale sebagai tentara TNI bernama Maleo mencuri hatiku (aih!). Kaya’gitu tuch harusnya TNI! Tak lama, sekolah Denias roboh dan Maleo pun sudah harus pergi dari Papua. Akhirnya Denias pergi ke kota demi melanjutkan sekolah. Anyway, jangan pikir sekolahnya kaya’di Pulau Jawa sini yang jarak tiap sekolahnya cuma sejengkal. Jauh booow! 😥

Gue cut ach! Anggep aja Denias ketemu Gatotkaca di tengah jalan, terus Denias dianterin terbang sampai ke kota dech. Padahal aslinya sich berlari bugil kaki ngelewatin banyak gunung dan sungai. Bekal yang dia bawa ke kota cuma bola sepak, buku tulis, dan peta Indonesia bikinan Maleo. Cerita berlanjut hingga dia bertemu teman baru bernama Enos, maling lucu berhati seputih kapas berkulit sehitam batubara berambut Bob Marley. Kisah terus berjalan…hingga Denias bertemu Ibu Gembala yang diperankan Marcella Zalianty. Dia ini nich yang bantuin Denias biar bisa diterima di sekolah. Masih banyak ya orang baik di dunia. Senang. Btw, Denias berjuang lho biar bisa diterima di sekolah. Di sekolah itu dia ketemu musuh bebuyutannya, si anak kepala suku. Wuih keren dech. Udah ach, sekian review-nya.

Oh iya, hampir lupa. Sambutlah pendatang baru kita, pemeran Angel dalam film Denias. Penampilannya yang manis berhasil memberi bumbu romance pada film ini. Yach, sambutlah Pevita Eileen Pearce! Foto di bawah (terlarang untuk para pengidap Lolita Complex dan Pedofilia) :

Pevita Eileen Pearce

Tadi pagi gue liat dia maen iklan Attack Color lho. Bolehlah. 😉

Hampir lupa lagi, film ini bener2x didasarkan pada kisah asli lho, cuma namanya agak beda. Nama aslinya Janias, dan sekarang beliau ini bersekolah di Darwin, Australia, dengan beasiswa dari PT. Freeport Indonesia. Salut buat Janias. Salut buat pemeran Denias. Dan salut buat Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen yang berhasil memproduksi sebuah film mengagumkan sebagai film pertama dari rumah produksi yang baru mereka buat, Alenia Pictures. Selamat.

Terakhir, gue anugrahi film ini Budiaji Award sebagai Best Indonesian Movie of The Year. Selamat ya kawan. 😀

Hadiah Undian

Tertarik melihat gambar di atas? Ingin mendapatkannya? Mudah sekali. Baca keterangan di bawah. Dan saya menjamin anda semua akan mendapatkannya.

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1427 H yang jatuh dan terpuruk pada tanggal 1 Syawal (ya iyalah!gak penting!), saya secara resmi melakukan undian berhadiah SMS Lebaran.

Detailnya sebagai berikut :

  • Cara mengikuti undian berhadiah ini mudah sekali. Semua orang yang memiliki nomor HP yang telah tersimpan di dalam phonebook HP saya akan secara otomatis mengikuti undian ini. Sedangkan anda yang nomor HP-nya belum tercantum hanya perlu memberikan nomor handphone anda kepada saya. Nomor yang anda kirim akan langsung disimpan ke dalam HP saya. Kemudian anda akan diikutkan ke dalam undian berhadiah ini.
  • Pengundian Tahap I dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2006, dilanjutkan dengan pengiriman hadiah langsung kepada pemenang undian pada tanggal tersebut.
  • Anda yang telah menerima hadiah harus segera memberikan konfirmasi kepada saya di nomor +628158763959. Bila tidak melakukan konfirmasi, maka secara otomatis anda tidak diikutsertakan pada undian berhadiah Lebaran tahun depan.

Pengundian Tahap I telah dilakukan, dan memunculkan 60 pemenang undian berhadiah. Anda yang beruntung adalah sebagai berikut (tersusun menurut abjad) :

1.Aditya Andono Dwi
2. Ady EL’02
3. Agam Febrian
4. Agra DKV’02
5. Ambon DKV’02
6. Andika Wahyu Firdaus
7. Andrew Puger
8. Anky AR’01
9. Arifiandi SH.
10. Arthur Simbolon
11. Bajuri HME
12. Benny Elian
13. Besar Wicaksono
14. Borju SR’02
15. Brian Fernando
16. C.A. Donianto
17. Chaidir Abadi
18. Chairil Hakim
19. Dana EL’04
20. Dhewa NTU’02
21. Dimas Ruliandi
22. Edo EL
23. Edwin Rommel
24. Effendi Sihaloho
25. Erik Brekele
26. Evan A.S.
27. Fadly Hamka
28. Gede Ariadi
29. Intan Bio’02
30. J. Dapot Simarmata
31. Joy Harisvan T.S.
32. Lakso DivKom
33. Lintar Hali Sabrang
34. M. Athoillah
35. M. Denny Aulia Akbar
36. M. Husni Mubarak
37. M. Mi’radj Isnaini
38. Mutiara Dian Sari
39. Nico Prananta
40. Nugroho Dwi Prasetyo
41. Panji Tri Atmojo
42. Panji Utomo
43. Purnomo Widanarto
44. Rahmadina Ramsi
45. Rangga Riseto
46. Renita
47. Ria UNS’02
48. Rizki ITS
49. Rizki Perdana
50. Tanti GD’03
51. Tasha TX’02
52. Tofan Fadriansyah
53. Tofan MS’02
54. Tri Budianto
55. Try Prasetya
56. Vian TS’02
57. Winnu Ayi Satria
58. Yeady Tiffano
59. Zulkipli Nasution
60. Zulfikar DivKom

Selamat kepada 60 orang yang beruntung menjadi pemenang pada Undian Berhadiah Tahap I ini. Hadiah telah dikirimkan kepada anda semua sesuai dengan nomor HP yang tercantum. Bila anda tidak merasa menerima hadiah, silakan lakukan pengaduan ke nomor hotline +628158763959. Operator saya akan dengan senang hati menerima telepon ataupun SMS dari anda.

Sedangkan bagi anda yang belum beruntung karena belum menjadi pemenang pada periode pengundian kali ini, tidak perlu khawatir dan kecewa, apalagi sampai berniat mengakhiri hidup…jangan! Sekali lagi saya katakan JANGAN! Sekali lagi ach…JANGAN! Aaa…pengen lagi ach…JANGAN! Lagi ach…JANGAN! JANGAN! JANGAN! SAY NO TO DRUGS! (lho?) Ini semata2x karena saya tidak memiliki nomor HP anda. Silakan kirimkan nomor HP anda kepada saya, niscaya saya akan mengikutkan nomor anda pada undian Tahap II yang entah kapan akan dilakukan.

Kebetulan sekali semua peserta undian pada Tahap I ternyata menjadi pemenang undian berhadiah. Sekali lagi saya ucapkan selamat. Jangan lupa lakukan konfirmasi. Ingat! Jangan lupa konfirmasi. Saya ingatkan lagi…jangan lupa konfirmasi. Dan jangan lupa sikat gigi, basuh muka, cuci kaki, dan berdoa sebelum tidur. Terima kasih.

PS. : Hadiah undian kali ini adalah SMS Selamat Lebaran dari Budiaji Hartono.

PS. lagi : SMS yang kamu terima, langsung dari HP-ku lho. 😛

Lagi2x PS. : Panitia tidak bertanggungjawab terhadap segala penipuan atau kecurangan lainnya yang terjadi di lapangan dengan mengatasnamakan Budiaji Hartono.

PS. lagi ach : Pajak Hadiah tidak ditanggung pemenang lho.

Sekian.

Hampir lupa…kali ini PS. terakhir dech…beneran! Gak boong! Di atas ada tulisan “Tertarik melihat gambar di atas? Ingin mendapatkannya? Baca keterangan di bawah.” Nach…udah dibaca baik2x kan tulisannya? Okay…bagi yang ingin mendapatkan gambar hadiah di atas…langsung aja klik kanan pada gambar, kemudian lakukan save image. 😀

Hijrah ke TelkomnYet…!

October 21, 2006

koneksi telkomnyet

TelkomnYet…ini bukan salah satu ISP kita lho…dan ini bukan rekayasa…! Kemiripan nama bukanlah kesengajaan. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap segala akibat dari gambar di atas. Lihat gambar di atas…perhatikan tab connection status. 😛

Yach, akhirnya hijrah juga dech gue ke TelkomnYet…! Hehe! Kirain aksesnya lelet…tapi ternyata gak tuch…cukup cepet juga. Apa karena gue online Subuh2x gini ya? Di saat orang lain ada yang shalat, ada yang ngaji, ada yang bobo, ada yang maen bola (di Italia…barusan liat di tipi), ada yang makan (entah di belahan dunia mana),…gue malah online dari sini. Hoho!

Online dari mana? Dari sini. E? Dari sini? Iya…! Dari mana tuch? Depan komputer. Bukan…maksudnya loe online dari kampus…atau dari rumah…atau? Oh…itu…gue online dari rumah gue di Jakarta.

Hah?! Iya…gue udah di Jakarta kawan2x semua. Ayo…teriakkan hip-hip huraaa! Aku tahu kalian bahagia. Ya! Angkat kedua tangan kalian ke atas…kedua kaki juga ke atas…dan yak…kalian pasti jatuh…! Hhh…apa sich…pagi2x udah gak jelas gini. Btw, gue baru aja nyampe kota metropolitan tercinta Sabtu siang kemaren. Berangkat dari Bandung jam 12 naek Panty (mobil Panther kesayangan gue), sampe Jakarta jam 2 kurang. Cepet banget. Kirain tol dari Bandung ke Jakarta bakal ditutup…tapi ternyata gak tuch. Isu…dasar…bikin ngeri aja.

Ech, Jakarta kok hangat begini sich?! Nyamuknya banyak pula. Gila…baru berapa taun gue tinggalkan. Udah berubah jadi gini. Padahal Jakarta yang gue inget tuch tempatnya rimbun…penuh pepohonan, bersih…gak ada sampah, sungainya jernih…banyak perempuan mandi di situ (wow!), udaranya segar…gak ada polusi, orang2x tersenyum riang, burung2x bersinar, bunga2x berkicau, dan matahari bermekaran. Indahnya. Haha, bo’ong banget ya. 😆

Yach, tapi…beginilah Jakarta. Oi, kapan anak2x Jakarta mau ngumpul? Kabarin gue ya. Nyam, gue ngantuk…bobo dulu ach. Ada yang mau ikut? 😉 Yuuuk!

Ech…bentar2x…gue mau curhat dikit. Terakhir. Begini kronologinya…! Kejadian ini mengambil tempat di Lab. Telematika Teknik Elektro Lantai IV Labtek VIII pada hari Jumat pukul 1/2 4 sore. Gue lagi berada di situ bersama seonggok anak EL lain. Lagi asik2x ngebrowsing…tiba2x ada sebatang dosen masuk ke lab. Wow…jelas kaget…mana ada dosen yang mau masuk ke Telmat?! Ternyata itu Pak BK. Tiba2x dia teriak2x…”Keluar…keluar!” E? Jelas gue tambah bengong. Ada apaan nich? Akhirnya kita2x pada keluar dech. Nyampe di luar…ternyata lantai 4 Labtek VIII mau digembok selama liburan. Bwuaaaaaaaaa! Tambah syok dach gue. Akhirnya anak2x laen langsung dengan segera mematikan Y!M, matiin komputer, cabut kabel2x, buka baju, lepas celana, terus bobo. Hm…bentar…kaya’nya ada yang salah…kok pake buka baju, celana, dan bobo segala ya? Kaya’nya gak gitu dech. Back to topic…akhirnya anak2x yang kebetulan ada di situ langsung pada nggotong komputernya balik. Sementara gue…yach…pupus rencana gue untuk donlot2x bekal “film” buat konsumsi liburan. Yach…jadi…inilah gue…gak ada kerjaan…dan akhirnya malah nyampah di blog gue ini. Cih. Dasar Elektro…! 😐

Ber-blog ria di WordPress

October 17, 2006

Yach, akhirnya gue bikin blog juga dech di WordPress.

Hm…tampilannya lumayan menarik, ngeditnya juga gampank.

Jangan2x ini bakal jadi tempat gue ngejunk.

Hoho!

Let’sGoBlog!