Budiaji Hartono’s Blog’s Search Engine Terms

Wuiiih…udah lama gue gak nulis di blog ini. Lagi kurang sehat sich memang akhir2x ini. Sorry ya buat para fans yang udah sering ngecek ke sini (halah, kaya’banyak yang baca aja). :mrgreen: Hehe! Oh iya, gue lagi iseng buka dashboard blog gue, terus tiba2x liat ada gambar di atas itu. Yupz, k-lo loe search di Mbah Google dengan suatu keyword, terus kebetulan ada alamat blog gue di antara hasil pencarian, terus loe klik, maka secara otomatis keyword loe itu bakal tercatat di blog gue (ketauan! 😉 ). Dan lihat apa saja keyword yang digunakan. Keyword dalam kotak kuning jelas tidak perlu dibahas. Udah biasa kok ada orang2x yang terpukau dengan ketampanan gue 8) (kamar mandi ada di sebelah kiri lift kalau2x anda ingin muntah). Hehe! Tapi yang di kotak merah itu lho! Huehehe, amatir banget dech. Mau nyari barang gituan kok keyword-nya gitu doank sich?! Plis donk! Tapi, Mbah Google gak salah sich. Bagi yang merasa nyasar, sebenarnya anda berada di tempat yang tepat. Hubungi gue aja. Tapi…ini rahasia ya. Jangan ampe orang2x tau. 😛

Okay, sekarang kita bicara serius. Pernah denger “Size doesn’t matter“…? Nach! Yang bener aja! Size does matter oi! Kenapa gue bilang gini? Yach, mungkin harus dimulai dari kejadian beberapa hari lalu saat gue dengan (tanpa) sengaja melihat rekaman YZ vs ME. Untuk loe yang belum lihat…cucian dech loe! Hoho! K-lo penasaran, cari aja di Google Video (k-lo belom diapus lho ya), tinggal ketik keyword-nya doank kok. Keyword-nya apa? Yey, cari ndiri! Enak aja! Tapi, berhubung gue baik, gue kasih petunjuk sedikit dech. Keyword-nya ada 3 huruf, huruf pertama ‘D’, huruf ketiga ‘R’, dan huruf yang di tengah ‘P’. 😛 K-lo loe langsung nyoba nyari rekaman itu setelah baca bocoran gue di atas, maka gue akan mengucapkan…selamat, anda telah menjadi downline saya dalam MLM (Multi Level Maksiat). Bagus, sebarin aja, rekrut sebanyak2xnya orang untuk menjadi downline anda. Dan secara otomatis, level gue di MLM ini bakal makin tinggi. Sapa tau gue ntar bisa jadi top level-nya, terus dapet mobil BMW ataupun kavling tanah yang luas banget…di neraka. 😥

Anyway, kirain adegannya kaya’apa. Ternyata…gitu doank! Jelas kalah jauh ama film Vivid Interactive, atau Mike’s Apartment (wohoho!). Apalagi pemerannya, yang maen di rekaman kan cuma 2 orang biasa, YZ dan ME. Adegannya gitu doank pula. Kecewa. Tapi orang2x kok pada ribut amat sich? Ampe masuk TV segala. Emang segitunya?! Gue ampe bingung banget mikirin hal ini. Tiap kemana2x pasti mikirin, ampe pusing sendiri, trus makan jadi cuma 3 kali sehari, mobil cuma punya 5 biji, rumah cuma punya 4 biji, dll. (e?!) Tapi akhirnya…gue tau kenapa orang2x pada ribut! Pasti gara2x ‘ukuran’ kan? Huahahaha! Ngaku loe pada! Ya, saya tau kawan2x. Udahlah, walaupun memang ‘ukuran’-nya cuma segitu, gak pa2x kok. Yang penting kan niatnya. Asal niatnya baik kan gak pa2x. (Hah?! Apa sich?!) Hehe! Udah ach, jangan ngomongin ‘ukuran’ terus. Kan gak enak, orang tua kok digituin. Okay? Siiip. 😀

Nach, makanya, mari kita bersikap profesional. Sebagai seorang penikmat dan pengamat film biru, gue akan membahas rekaman karya anak bangsa ini. Kita mulai saja :

  1. Kualitas gambar buruk. Sehingga cukup membingungkan…antara siapa yang pemain pria, dan siapa pemain perempuannya. Sedikit kronologi kejadian pada rekaman ini, yang pertama tampak di layar adalah kaki, lalu sebentuk tubuh tanpa detail yang cukup. (suara setan : “Gambar apaan nich?!”) Hm, terpaksa rekaman di-pause di bagian itu. Oh, ternyata itu adalah gambar wajah. Okay, rekaman diputar kembali. Kamera kemudian menyorot ke arah bawah. (suara setan : “Wah…ada yang menonjol. Wow! Ini pasti si cewek!”) Kamera terus diarahkan ke bawah, dan tak terlihat apa2x lagi di bawah. (suara setan : “Bener, memang si cewek.”). Lalu kamera berpindah ke sesosok tubuh lain. (suara setan : “Lha?! Ini juga nonjol! Kok?!”) Langsung gue rewind rekamannya. Putar perlahan, perhatikan baik2x. Ooo…ternyata sosok pertama adalah si cowok, dan ternyata tonjolan tadi adalah tonjolan perutnya. Hihi! Sapa suruh yang nonjol cuma perutnya doank? (mode sadis 😈 )
  2. Pencahayaan sangat buruk. Apakah hal ini yang menyebabkan tidak terlihatnya sesuatu yang harusnya terlihat pada tubuh pemain pria? Entahlah. Mungkin saja. 😆
  3. Suara yang kurang jelas. Untuk sebuah film dengan kualitas gambar buruk, maka sudah seharusnya ada kompensasi berupa kualitas suara yang bagus. Tapi sayang sekali hal tersebut tidak saya temukan di film ini. Kecewa. Suaranya donk! Siapa sich loe?! Ekspresinya! Mana ekspresinya?! (obsesi : jadi sutradara) 😛
  4. Durasi terlalu singkat. Hanya 42 detik. Saudara YZ hanya mampu segitu saja? Cepat sekali. Oh, ternyata tidak, mungkin ini sekedar trailer. Saya belum berhasil melakukan konfirmasi soal ini. YZ saat ini tidak bisa dikontak karena sedang dikurung gak boleh keluar rumah oleh Ibunya gara2x bandel di sekolah. 😛 Sementara ME…malah terlalu sibuk mempromosikan rekaman film ini kesana kemari. Tak hanya menjadi pemeran utama perempuan, ternyata ia juga merangkap sebagai ujung tombak marketing rekaman ini. Hm, sepertinya suatu saat nanti akan muncul full version rekaman ini di bioskop2x terdekat di kota anda. Taktik dagang yang hebat. Salut untuk ME.

Tapi, dibalik segala kekurangan dari rekaman ini, saya rasa masih terdapat kelebihannya. Ya, keberanian sang pemain pria harus diacungi jempol…ech…atau kelingking saja…mengingat ukurannya gak sampe se-jempol. (sadis abis! :mrgreen: ) Haha! Dan saya harus mengucapkan selamat kepada YZ dan ME. Debut kalian di dunia perfilman sangat memukau. Karya kalian bagaikan oase di padang pasir, hujan di musim panas, AC di kota Jakarta, Budiaji di depan komputer lagi nulis blog (halah!). Segar. Walaupun memang masih banyak kekurangan, jangan menyerah. Berusahalah lagi, dan jangan berhenti berkarya. Kita majukan karya bangsa. Hidup Indonesia! Saya tunggu karya kalian selanjutnya di ajang Budiaji Award? 😀

Saran pribadi saya sebagai sesama pria untuk YZ :

  1. Kalau anda jadi pemeran utama untuk film seperti ini lagi, saya sarankan saat bagian ‘adegan’-nya, gunakan…stuntman! Saya rasa pasti banyak yang bersedia. Apa? Anda mau saya yang jadi stuntman? Wah, sulit…jujur…saya gak bisa…! Ukuran bukanlah masalah untuk saya ( 😛 ), tapi maaf, saya lelaki setia, dan hanya satu wanita yang berhasil mengisi hati dan pikiran saya. Tiada tempat untuk yang lain. Hanya dia yang kucinta. Serius. (Love you Bo…! 😳 Miss you much…!) Tapi, tunggu, kalau lawan main saya lucu, mungkin bisa saya pertimbangkan kembali komitmen saya. Kriteria lucu : lihat di sini. Kak Nunu, main yuuuk. 😉
  2. Saya sarankan anda bertemu dengan ME! Hanya beliaulah yang dapat memecahkan masalah anda. Ya…temuilah ME…bukan Mari* Ev*, tapi…Mak Erot…! Huehehehehehehehe! 😆
Advertisements

Lebar yang mana

Lihat gambar…lebih lebar yang mana? A atau B?

Iya…kepanjangan dari kata Lebaran itu sebenarnya adalah “lebar-lebaran”. Kata ulang berimbuhan ini memiliki arti bahwa beberapa hal saling beradu untuk menentukan sesuatu yang lebih daripada yang lain. Jadi, kata lebar-lebaran ini artinya kita saling beradu siapa yang lebih lebar…siapa yang lebih wah…siapa yang lebih wow…!

Nach, sesuai dengan pengertian ini, makanya setiap menjelang Lebaran orang2x pada hobi belanja, entah itu beli baju Lebaran maupun kue Lebaran. Semuanya baru. Dan bukan gak mungkin ada juga yang namanya mobil Lebaran, rumah Lebaran, istri Lebaran, dll. Perhatikan bahwa kata Lebaran selalu muncul di belakang kata pertama yang mengartikan bahwa barang yang disebutkan pada kata pertama merupakan barang yang memang diperuntukkan untuk dipakai pada momen Lebaran saat itu saja. Selepas Lebaran gimana donk? Ya…terserah dia lah.

Dan ada beberapa syarat yang harus terpenuhi jika suatu barang akan dibeli untuk momen Lebaran tersebut. Salah satu syarat yang dimaksud adalah syarat yang sesuai dengan makna Lebaran itu sendiri, yaitu bahwa barang tersebut haruslah lebih lebar, lebih wah, dan lebih wow daripada yang lain. Makanya jangan heran kalau tiap Lebaran, orang2x berusaha untuk tampil lebih kece daripada orang lain, pake baju baru, sarung baru, ataupun sandal baru. Dan ada pula yang bener2x nenteng istri baru.

Di kalangan ekonomi atas, fenomena lebar-lebaran ini bisa muncul pada berbagai macam barang Lebaran. Mulai dari pembantu Lebaran, hingga kapal pesiar Lebaran. Sedangkan pada kalangan ekonomi menengah, fenomena ini terlihat mulai dari kue Lebaran, pakaian Lebaran, hingga perabot rumah Lebaran. Ada lagi yang lebih wah! Kalangan ekonomi bawah justru lebih buas saat menjelang lebaran gini. Belanjanya gak ketulungan! Entah beli kacamata hitam Rayban Lebaran, handphone Lebaran, hingga perhiasan emas Lebaran. Ckck.

Gak cuma orang yang make barang doank lho yang suka lebih2xan gitu. Sang penjual barang pun gak mau ketinggalan trend ini. Liat aja, harga barang2x pada naik. Mulai dari penjaja minuman, penjaja sayuran, hingga penjaja seks yang berani turun ke jalanan pun menaikkan tarifnya.

Okay, setelah barang2x tadi dibeli…it’s show time! Tinggal pamerin dech. Ajang pamer2x ini biasanya terjadi ketika orang2x saling berkunjung untuk halal bi halal selepas shalat Ied. Biasalah…biasanya di rumah pas ibu2x ngobrol. Apakah anda pernah dengan benar2x memerhatikan percakapan para ibu tersebut? Mari kita saksikan!

Ibu A : “Ya ampun Jeng, kalung platina 24 karat 100 gram-nya bagus banget!”
Ibu B : “Ach…Ibu bisa aja…biasa…cuma pake shampo kok.”
Ibu A : “Oh…gitu…! Anak Ibu yang perempuan itu cantik ya.”
Ibu B : “Iya…mirip nenek moyangnya kan?”

Anda lihat? Demikianlah percakapan yang terjadi. Ajaib memang.

Anyway, oleh karena itu kawan2x, mari kita sukseskan Lebaran. Ayo ramaikan pusat perbelanjaan. Setelah 30 hari berpuasa, sudah saatnya kita manjakan diri kita. Tiada hari tanpa belanja. Yes!

—cast—
Pemeran Ibu A = jari tangan kanan penulis
Pemeran Ibu B = jari tangan kiri penulis